Kategori
Cooking Kuliner

Mengetahui Perbedaan Margarine, Butter, dan Shortening

Mengetahui Perbedaan Margarine, Butter, dan Shortening – Untuk kalian yang sedang belajar memasak pasti mengalami sedikit kesulitan dalam membedakan butter, margarine, dan shortening. Karena bingung dan tidak bisa membedakannya, tidak sedikit orang, khususnya ibu-ibu, menyamaratakan bahan makanan ini karena ketiganya sama-sama terbuat dari lemak dan sering digunakan dalam pembuatan kue.

 

Butter or margarine? The latest round in a long-running debate

Agar kalian dapat membedakannya berikut adalah perbedaan antara Margarine,Butter,dan Shortening.

1. Bahan dasar

Di lihat dari bahan dasar pembuatannya saja ketiganya sudah berbeda. Butter atau lebih dikenal dengan nama mentega berasal dari lemak hewan seperti sapi.

Untuk margarine, bahan dasar pembuatannya berasal dari lemak nabati seperti kelapa sawit. Karena itulah warna margarine lebih kuning dari mentega.

Sementara untuk shortening atau kita biasanya menyebutnya dengan mentega putih, bahan dasarnya bisa berasal dari lemak hewan, lemak nabati, atau pun percampuran dari keduanya.

2. Aroma

Kemudian ada Perbedaan aroma, menurut http://food-rules.com/ Butter memiliki aroma gurih dan creamy yang khas dan dapat kamu jumpai di produk olahan susu sapi.

Margarine tidak memiliki aroma yang khas seperti butter. Karena itulah para produsen margarine sering menambahkan butter hanya untuk mendapatkan aroma yang khas.

Sementara shortening atau mentega putih tidak memiliki aroma sama sekali.

3. Kandungan lemak dan air

Butter mengandung sekitar 80 persen lemak susu dan 20 persen air. Kandungan lemak hewan yang tinggi membuat jumlah lemak jenuh dalam butter pun cukup tinggi. Jadi, ada baiknya jika kamu tidak terlalu sering menggunakan mentega untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Margarine mengandung sekitar 80 persen – 90persen lemak dan 16 persen air. Karena terbuat dari lemak nabati, kandungan lemak jenuh dalam margarine tidak setinggi jumlah lemak jenuh dalam butter.

Shortening sendiri mengandung 99 persen lemak dan 1 persen air. Kandungan lemak yang penuh membuat kadar air dalam mentega putih tidak sebanyak yang terdapat pada butter dan margarine.

4. Titik Leleh

Titik leleh butter terdapat pada suhu 33-35 derajat celcius. Karena itu butter akan meleleh dengan mudah jika di simpan dalam suhu ruang. Lebih baik simpanlah butter dalam lemari pendingin.

Titik leleh margarine terdapat pada suhu 37-42 derajat celcius. Tidak akan meleleh jika kamu menyimpannya dalam suhu ruang. Tapi akan jauh lebih baik jika menyimpannya dalam lemari pendingin.

Titik leleh shortening terdapat pada suhu 40-44 derajat celcius. Meskipun tidak mudah meleleh, ada baiknya jika menyimpannya di kulkas.

5. Tekstur

Yang terakhir adalah perbedaan tekstur, melansir dari http://faltayresto.net  Tekstur butter yang tidak creamy sering membuatnya dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan berbagai macam masakan, kue, dan roti. Butter juga sering di jadikan sebagai bahan olesan roti dan martabak.

Sama seperti butter, margarine yang memiliki tekstur agak creamy lebih sering di jadikan sebagai olesan dan bahan dasar pembuatan kue dan roti.

Shortening yang bertekstur lebih padat, creamy, dan konsisten sering di jadikan sebagai bahan utama pembuatan buttercream. Buttercream sendiri merupakan campuran antara mentega putih, gula halus, dan pewarna makanan yang sering digunakan untuk menghias dan menambah cita rasa kue.

Kategori
Cooking Kuliner

Bermacam Teknik Memasak yang Mungkin Belum Kamu Tahu –

Teknik memasak apa yang paling sering kamu aplikasikan di dapur? Menggoreng, menumis, merebus mungkin adalah teknik memasak yang telah kamu kuasai. Namun, teknik memasak tak terbatas sampai di situ saja karena masih banyak teknik memasak lainnya yang mungkin belum pernah kamu gunakan.

Mengutip dalam food-rules.com Penamaan istilahnya pun bukan yang seperti kamu dengar biasanya karena buat para chef profesional, mereka menggunakan istilah khusus untuk menamainya. Setiap teknik memiliki perbedaan yang cukup detail meskipun bagi orang awam mungkin akan terlihat mirip.

Bermacam Teknik Memasak yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Mengutip dalam bellasbreakfastlunch.com  Misalnya saja untuk teknik menggoreng atau frying yang terdri dari beberapa jenis, seperti sautéing, stir frying, pan frying, shallow frying, dan deep frying. Meski sama-sama menggunakan minyak dalam mengolah makanan, teknik memasaknya sangat berbeda. Begitu pun dengan teknik merebus yang juga terbagi menjad beberapa jenis, seperti simmering dan boiling. Bingung dengan perbedaannya?

Buat kamu yang terbiasa memasak d rumah tapi tidak menguasai berbagai macam teknik memasak, sebaiknya ketahui dulu teknik memasak yang sering dgunakan chef profesional berikut ini.

 

Teknik Memasak yang Perlu Kamu Kuasai
Pada dasarnya, teknik memasak terbagi menjad tiga, yaitu memasak dengan meda minyak, air, dan panas kering (dry heat). Dari setiap meda yang dgunakan kemudan dbagi lagi menjad beberapa teknik memasak yang umum dgunakan sehari-hari. Nah, setiap teknik yang dgunakan akan menghasilkan rasa dan tampilan masakan yang berbeda-beda.

Contohnya saja dalam membuat makanan berkuah. Jika menggunakan teknik simmering, rasa kuah yang dhasilkan akan lebih kuat, sementara jika menggunakan teknik stewing, rasa kuah yang dhasilkan akan lebih kental dan gurih.

Berbagai macam teknik memasak memang harus ikuasai agar kamu bisa memasak aneka resep makanan. Proses memasak ini tentunya harus dukung dengan penggunaan bahan-bahan yang berkualitas. Untuk mendapatkan bahan makanan yang mutunya terjamin, kamu bisa membelinya secara online d aplikasi belanja Chilibeli.

Biar lebih jelasnya, yuk, simak perbedaan tiap teknik memasak berikut ini.

1. Sautéing

Sautéing atau menumis adalah teknik memasak yang menggunakan sedkit minyak dengan suhu yang tinggi. Makanan yang umumnya dmasak dengan teknik ini harus dotong kecil-kecil terlebih dahulu, baru kemun dtumis d minyak panas. Setelah agak kecoklatan, makanan pun akan iaduk-aduk dengan spatula dan wajan sesekali dgoncangkan agar matangnya merata.

2. Stir frying
Teknik memasak satu ini mirip dengan sautéing, hanya saja minyak yang dgunakan cenderung lebih banyak. Stir frying lebih sering dgunakan untuk mengolah Chinese food. Dengan menggunakan wok yang cukup besar, panas akan dtransfer ke makanan melalui konduksi cairan. Saat memasak pun, wok akan sesekali duncang-guncangkan, bahkan tak jarang sampai menyemburatkan api guna mematangkan semua makanan dengan merata.

 

3. Pan frying
Sama halnya dengan sautéing, pan frying juga menggunakan minyak sedikit yang bertujuan untuk melumasi wajan. Perbedaannya terletak pada bahan makanan yang digunakan. Jika sautéing hanya bisa diaplikasikan untuk bahan makanan dengan potongan kecil, pan frying justru sebaliknya.

Bahan makanan yang digunakan untuk teknik memasak satu ini harus berukuran lebih besar sehingga makanan hanya perlu dibalik sesekali agar matangnya merata. Contoh makanan yang bisa diolah dengan pan frying di antaranya beefsteak dan burger.

 

4. Shallow frying

Masih dalam kategori teknik memasak dengan media minyak, ada lagi teknik menggoreng yang umum digunakan kebanyakan orang, yaitu shallow frying. Teknik satu ini menggunakan minyak yang tingginya hanya sepertiga atau setengah makanan. Umumnya, shallow frying diaplikasikan untuk menggoreng daging, ikan, perkedel, dan beberapa jenis gorengan lainnya.

Makanan harus rajin dibolak-balik agar matangnya merata. Meski minyak yang digunakan cukup banyak, kamu tidak disarankan untuk menggunakan minyak lebih dari sekali karena bisa menimbulkan berbagai penyakit berbahaya, termasuk kolesterol dan kanker.

 

5. Deep frying
D antara teknik menggoreng lainnya, deep frying menjad teknik memasak yang paling banyak menggunakan minyak. Makanan harus terendam dalam minyak panas agar matang merata. Biasanya, dperlukan wajan khusus bernama deep fryer untuk menggunakan teknik memasak ini, tapi kalau tidak punya kamu bisa menggunakan wajan biasa yang berbentuk cembung.

Makanan yang dasak dengan teknik deep frying biasanya dlapisi dulu dengan tepung atau adonan tepung. Tujuannya untuk melindungi dan mengunci kelembapan alaminya. Contohnya adalah fried chicken dan French fries. Ada teknik khusus loh dalam menggoreng French fries dengan teknik ini agar bahan yang kamu goreng bisa memberikan tekstur crunchy yang sempurna,

6. Boiling

Kamu pasti pernah, dong, merebus telur. Nah, teknik merebus makanan menggunakan air dnamai boiling. Bukan hanya air, meda yang dgunakan pun bisa dganti dengan kaldu, santan, dan cairan lainnya. Prosesnya dmulai saat air dpanaskan mencapai 100 derajat Celcius.

Supaya makanan cepat matang, panci dapat dtutup selama proses memasak. Hal ini bertujuan agar uap air tertahan dan menimbulkan panas. Teknik memasak ini paling sering daplikasikan untuk memasak sup.

7. Simmering
Tak jauh berbeda dengan boiling, teknik memasak simmering juga menggunakan air sebagai meda memasaknya. Perbedaannya, suhu yang dgunakan lebih rendah, yakni d bawah 100 derajat celcius. Kamu harus selalu menjaga suhu panasnya dengan cara mengecilkan api ketika air mulai menddh. Biasanya simmering dlakukan untuk mendapatkan saripati dari bahan makanan yang drebus.

8. Poaching
Sekilas, teknik memasak satu ini memang terlihat mirip dengan boiling, hanya saja proses poaching berjalan lebih lambat karena dbutuhkan suhu yang lebih rendah untuk mengaplikasikan teknik poaching. Suhu yang dgunakan harus berada d angka 92 – 96 derajat Celcius. Makanan yang biasa dmasak dengan teknik ini antara lain poached egg dan berbagai macam protein lainnya. Bermacam Teknik Memasak yang Mungkin Belum Kamu Tahu

9. Braising

Braising adalah teknik memasak dengan sedkit air menddh. Makanan yang akan dolah dengan teknik ini harus dolah terlebih dahulu. Tujuannya agar agar bumbu yang dmarinasi pada permukaan bahan makanan dapat meresap sempurna ketika dmasak dengan teknik satu ini.

10. Au bain marie
Bagi yang gemar bikin kue pasti tak asing dengan nama teknik memasak ini. Au bain marie sering dgunakan untuk melelehkan cokelat masak. Caranya, rebus air d dalam panci dan letakkan wadah anti panas yang berukuran lebih besar datas panci. Kemudan masukkan bahan makanan yang ingin dlelehkan ke dalam wadah tersebut. Damkan hingga bahan makanan meleleh sempurna. Selain untuk melelehkan cokelat, teknik memasak ini juga sering dgunakan untuk membuat nasi tim. Bermacam Teknik Memasak yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Kategori
Cooking

Cooking 101: Apa Perbedaan Antara Butter, Margarine, dan Shortening?

Cooking 101: Apa Perbedaan Antara Butter, Margarine, dan Shortening?

JANGAN KELIRU! INI DIA PERBEDAAN BUTTER, MENTEGA DAN MARGARIN - YouTube

Untuk kamu yang sedang belajar memasak pasti mengalami sedikit kesulitan. Salah satunya dalam hal membedakan butter, margarine, dan shortening. Karena bingung dan tidak bisa membedakannya, tidak sedikit orang, khususnya ibu-ibu, menyamaratakan bahan makanan ini karena ketiganya sama-sama terbuat dari lemak dan sering di gunakan dalam pembuatan kue.

Suoaya tidak salah kaprah lagi di lansir dari food-rules.com, ini dia perbedaan antara butter, margarine, dan shortening.

1. Bahan dasar

Yang pertama, di kutip dari katespadehandbagsclearance.us.com/, untuk bahan dasar pembuatannya saja sudah beda. Butter atau yang lebih di kenal dengan nama mentega ini, berasal dari lemak hewan seperti sapi.

Untuk margarine, bahan dasar pembuatannya berasal dari lemak nabati seperti kelapa sawit. Karena itulah warna margarine lebih kuning dari mentega.

Sementara untuk shortening atau kita biasanya menyebutnya dengan mentega putih, bahan dasarnya bisa berasal dari lemak hewan, lemak nabati, atau pun percampuran dari keduanya.

2. Aroma

Yang kedua butter memiliki aroma yang gurih dan creamy khas dan dapat kamu jumpai di produk olahan susu sapi.

Berbeda dari butter, margarine tidak memiliki aroma yang khas seperti butter. Karena itulah para produsen margarine sering menambahkan butter hanya untuk mendapatkan aroma yang khas.

Sementara shortening atau mentega putih tidak memiliki aroma sama sekali.

3. Kandungan lemak dan air

Yang ketiga butter mengandung sekitar 80 persen lemak susu dan 20 persen air. Kandungan lemak hewan yang tinggi membuat jumlah lemak jenuh dalam butter juga cukup tinggi. Jadi, ada baiknya jika kamu tidak terlalu sering menggunakan mentega untuk menjaga tubuh kamu tetap sehat.

Margarine mengandung sekitar 80 persen – 90persen lemak dan 16 persen air. Karena terbuat dari lemak nabati, kandungan lemak jenuh dalam margarine tidak setinggi jumlah lemak jenuh dalam butter.

Shortening sendiri mengandung 99 persen lemak dan 1 persen air. Kandungan lemak yang penuh membuat kadar air dalam mentega putih tidak sebanyak yang terdapat pada butter dan margarine.

4. Titik Leleh

Titik leleh butter terdapat pada suhu 33-35 derajat celcius. Karena itu butter akan meleleh dengan mudah jika di simpan dalam suhu ruang. Lebih baik simpanlah butter dalam lemari pendingin.

Titik leleh margarine terdapat pada suhu 37-42 derajat celcius. Tidak akan meleleh jika kamu menyimpannya dalam suhu ruang. Tapi akan jauh lebih baik jika menyimpannya dalam lemari pendingin.

Titik leleh shortening terdapat pada suhu 40-44 derajat celcius. Meskipun tidak mudah meleleh, ada baiknya jika menyimpannya di kulkas.

Kategori
Cooking

Cooking 101: Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking

Cooking 101: Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking

Buat kamu yang baru belajar masak, pasti sudah mendengar dan membaca banyak istilah memasak. Saking banyaknya, kamu sering tertukar dan salah mengartikan istilah-istilah tersebut.

Salah satunya adalah moist heat cooking atau lebih di kenal dengan teknik memasak panas basah menggunakan media air atau uap air. Biar nggak bingung lagi, melansir dari food-rules.com berikut ini beberapa teknik memasak untuk membantu kamu yang sedang atau baru saja mulai belajar masak dengan mengenal teknik-teknik moist heat cooking. Yuk, di simak!

Simak 7 Macam Teknik Memasak Basah & Kering Serta Masakannya

1. Boiling

Yang pertama ada boiling. Di kutip adidasneo.us.com/, boiling atau merebus adalah teknik memasak dalam cairan yang mendidih. Teknik ini sering dipakai untuk mengolah berbagai jenis makanan, salah satunya sup.

Ada tips penting nih agar sup buatan kamu lebih nikmat. Masukkan daging bersamaan dengan air ke dalam panci agar kamu mendapatkan kaldu yang lebih kuat dan jernih.

Setelah itu, baru masukan sayuran agar kandungan vitamin di dalamnya tidak hilang. Selain itu, memasukkan sayuran di bagian terakhir dapat menjaga warna sayuran tetap cerah dan teksturnya tetap terjaga.

2. Simmering

Yang kedua teknik memasak yang satu ini hampir sama dengan teknik boiling. Hanya saja simmering di lakukan untuk bahan makanan bertekstur padat secara perlahan menggunakan api kecil. Teknik simmering di lakukan untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut.

Kamu bisa menggunakan teknik yang satu ini untuk mengolah sop iga, sop buntut, atau rebung untuk bahan isian lumpia.

3. Stuffing

Ketigs teknik stuffing. Stuffing adalah memasak bahan makanan dalam cairan atau saus dengan perbandingan 1 : 1 dalam waktu yang lama. Teknik ini sering di gunakan dalam hidangan kontinental untuk mengolah daging merah seperti daging sapi, domba, atau rusa.

Sebelum masuk ke tahap stuffing, daging yang sudah di potong dadu di tumis terlebih dahulu bersama bumbu dan rempah lain. Baru setelah itu kita dapat memasukkan kaldu, air, santan, atau cairan lainnya untuk kemudian di masak perlahan-lahan menggunakan api kecil.

4. Poaching

Poaching adalah proses memasak bahan makanan dalam cairan yang terbatas dan api kecil. Tidak sedikit orang menggunakan api besar saat mengolah bahan makanan menggunakan teknik poaching ini.

Teknik poaching sering di gunakan untuk menjaga tekstur bahan makanan agar tetap lembut saat akan di santap. Telur, ikan, dan beberapa jenis buah sering di olah menggunakan teknik tersebut.

Kategori
Cooking

Cooking 101 Apa Perbedaan Tepung Maizena dan Tepung Tapioka

Cooking 101 Apa Perbedaan Tepung Maizena dan Tepung Tapioka

Cooking 101 Apa Perbedaan Tepung Maizena dan Tepung Tapioka – Tepung adalah salah satu bahan makanan dengan jenis yang beragam. Fungsinya pun berbeda-beda. Tapi ada nih dua jenis tepung yang selama ini di anggap sama karena kedua jenis tepung ini sering di gunakan untuk mengental suatu masakan. Yap, tepung maizena dan tepung tapioka. Padahal, tepung maizena dan tepung tapioka adalah dua jenis tepung yang berbeda.

Image result for Cooking 101 Apa Perbedaan Tepung Maizena dan Tepung Tapioka

Bahan baku pembuatan

Tepung tapioka atau juga sering di kenal sebagai tepung kanji ini terbuat dari sari pati singkong. Sari pati yang sudah didapat harus di endapkan terlebih dahulu selama beberapa hari sebelum melalui proses penggilingan. Sementara itu, bahan baku pembuatan tepung maizena berasal dari biji jagung. Karena itulah tepung maizena juga dikenal sebagai tepung jagung.

Tekstur tepung

Melansir dari http://freedomclothingcollective.com/  saat di sentuh oleh tangan, tepung tapioka akan terasa licin sehingga cukup sulit untuk di pegang oleh tangan. Tidak sedikit orang-orang yang tidak suka dengan tekstur tepung tapioka karena menimbulkan sensasi aneh pada tangan mereka saat mengolahnya. Saat di campur dengan air panas, tepung tapioka akan mengental dan berubah warna menjadi bening. Berbeda dengan tepung tapioka, tepung maizena lebih mudah untuk dipegang oleh tangan dan lebih kesat.

Warna tepung

Untuk warna, tepung tapioka memiliki warna putih seperti putih susu. Sesuai dengan warna singkong sebagai bahan dasar tepung tapioka yang putih bersih. Bisa di bilang tepung tapioka adalah jenis tepung paling “putih” dari banyaknya jenis tepung yang ada di pasaran. Sementara warna tepung maizena cenderung kekuning-kuningan dan pucat. Jika di bandingkan dengan warna tepung terigu, warna tepung maizena cenderung lebih keruh dan agak pucat.

Fungsi tepung

Tepung maizena sering di gunakan sebagai bahan dasar jajanan yang sering di jumpai di depan sekolah seperti cireng, cimol, cilok, dan masih banyak lagi. Tepung tapioka juga sering di jadikan sebagai bahan pengenyal dalam pembuatan baso, pempek, dan yang lainnya. Supaya maizena lebih sering di pakai untuk mengentalkan fla.

Kategori
Cooking

5 Tips Memasak Menggunakan Teknik Slow Cooking, Sudah Pernah Coba?

5 Tips Memasak Menggunakan Teknik Slow Cooking, Sudah Pernah Coba?

5 Tips Memasak Menggunakan Teknik Slow Cooking, Sudah Pernah Coba? – Dari beragam jenis teknik yang ada, salah satu yang paling populer adalah dengan menggunakan teknik slow cooking. Seperti namanya, memasak dengan tempo yang lama ini bertujuan untuk membuat bahan makanan yang tidak mudah hancur. Selain itu, penggunaan bumbunya pun maksudkan agar meresap secara sempurna ke dalam bahan makanan tersebut.

Untuk kamu yang penasaran bagaimana tips memasak dengan menggunakan teknik slow cooking dengan baik. Berikut ini lima daftarnya!

1. Durasi memasak selama lebih dari 3 jam

Untuk memaksimalkan hasil masakan yang mengolah dengan menggunakan teknik slow cooking, tentunya durasi merupakan salah satu yang patut yang kamu perhatikan. Umumnya, untuk teknik memasak yang satu ini, durasi yang digunakan lebih dari 3 jam. Hal ini tentu saja untuk memastikan semua rempah yang menggunakan meresap secara sempurna pada bahan makanan yang telah kita pakai.

2. Gunakan bahan makanan yang bertekstur keras

Melansir dari https://bienvenueabord-lefilm.com/ seperti yang kita ketahui bila memasak dengan menggunakan teknik seperti ini pasti durasi pemasakan akan memakan waktu yang cukup lama. Untuk menghindari bahan makanan yang akan hancur, maka hindari penggunaan bahan yang bertekstur lembek. Ini lah mengapa memasak bahan makanan yang umum  dengan menggunakan slow cooking adalah daging.

3. Gunakan bumbu yang lebih banyak

Tentunya karena memasak dengan menggunakan teknik slow cooking ini membutuhkan waktu yang lama, maka rempah atau bumbu yang digunakan juga harus melebihkan atau memperbanyak. Namun, pastikan takaran yang digunakan tidak berlebihan dan membuat cita rasa dari masakanmu menjadi tidak lezat. Dengan begitu, maka hasil dari memasak dengan menggunakan teknik seperti ini dapat menjadi lebih maksimal.

4. Pastikan suhu dan api tetap stabil selama pemasakan

Salah satu penentu dari keberhasilan memasak adalah suhu dan apinya. Untuk jenis memasak yang satu ini, kita sarankan menggunakan api kecil dengan suhu yang stabil sejak awal memasak sampai dengan selesai. Hal ini untuk memastikan bahwa kematangan dan bumbu yang meresap dapat merata sempurna.

5. Gunakan penutup pada wadah memasakV

Satu hal sepele yang tak boleh kamu lewatkan pada saat memasak dengan menggunakan teknik slow cooking adalah penutup wadah. Karena memakan durasi yang cukup lama, maka penutup wadah sangat merekomendasikan untuk menggunakan agar kematangan dapat merata secara sempurna.

Nah, beberapa tips dapat menjadi informasi menarik untukmu yang ingin mencoba memasak dengan menggunakan teknik slow cooking. Kuncinya adalah tetap sabar menunggu hingga matang, ya!

Kategori
Cooking

Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking, Agar Tidak Salah

Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking, Agar Tidak Salah

Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking, Agar Tidak Salah – Buat kalian yang baru belajar masak, pasti sudah mendengar dan membaca banyak istilah memasak. Saking banyaknya, kamu sering tertukar dan salah mengartikan istilah-istilah tersebut.

Melansikan dari https://armyants.org/ Salah satunya merupakan moist heat cooking atau lebih mengenal dengan teknik memasak panas basah menggunakan media air atau uap air. Biar nggak bingung lagi.

1. Boiling

Yang pertama ada boiling. Boiling atau merebus merupakan teknik memasak dalam cairan yang mendidih. Teknik ini sering dipakai untuk mengolah berbagai jenis makanan, salah satunya sup.

Ada tips penting nih agar sup buatan kamu lebih nikmat. Masukkan daging bersamaan dengan air ke dalam panci agar kamu mendapatkan kaldu yang lebih kuat dan jernih.

Setelah itu, baru masukan sayuran agar kandungan vitamin di dalamnya tidak hilang. Selain itu, memasukkan sayuran di bagian terakhir dapat menjaga warna sayuran tetap cerah dan teksturnya tetap terjaga.

2. Simmering

Teknik memasak yang satu ini hampir sama dengan boiling. Hanya saja simmering dapat lakukan untuk bahan makanan bertekstur padat secara perlahan menggunakan api kecil. Teknik simmering dilakukan untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut.

Kamu bisa menggunakan teknik yang satu ini untuk mengolah sop iga, sop buntut, atau rebung untuk bahan isian lumpia.

3. Stuffing

Stuffing merupakan memasak bahan makanan dalam cairan atau saus dengan perbandingan 1 : 1 dalam waktu yang lama. Teknik ini sering menggunakan dalam hidangan kontinental untuk mengolah daging merah seperti daging sapi, domba, atau rusa.

Sebelum masuk ke tahap stuffing, daging yang sudah potong dadu maka tumis terlebih dahulu bersama bumbu dan rempah lain. Baru setelah itu kita dapat memasukkan kaldu, air, santan, atau cairan lainnya untuk kemudian masak perlahan-lahan menggunakan api kecil.

4. Poaching

Poaching merupakan proses memasak bahan makanan dalam cairan yang terbatas dan api kecil. Tidak sedikit orang menggunakan api besar saat mengolah bahan makanan menggunakan teknik poaching ini.

Teknik poaching sering pergunakan untuk menjaga tekstur bahan makanan agar tetap lembut saat santap. Telur, ikan, dan beberapa jenis buah sering terolah menggunakan teknik tersebut.

5. Blanching

Blanching merupakan merebus bahan makanan  dalam air mendidih dalam waktu singkat. Selain mematangkan, tujuan blanching merupakan untuk membersihkan kotoran yang terdapat pada bahan makanan. Blanching sering pergunakan karena dapat mematangkan bahan makanan tanpa mengubah warna, bentuk, dan tekstur.

Agar proses blanching maksimal, pastikan air yang pergunakan benar-benar mendidih saat kamu akan memasukan bahan makanan.

6. Steaming

Steaming atau mengukus merupakan teknik memasak menggunakan uap panas. Teknik memasak yang satu ini sering pergunakan dalam mengolah hidangan nusantara maupun oriental. Sebut saja pepes, nasi tim, sampai cilok.

Teknik ini cocok pergunakan untuk kamu yang sedang menjalani program d’iet karena dapat mematangkan makanan tanpa merusak bentuk, rasa, dan nilai gizi makanan itu sendiri.

Kategori
Cooking

Gratis! Belajar Masak Daging ala Hotel Bersama Chef Chandra dan Chef Sean

Gratis! Belajar Masak Daging ala Hotel Bersama Chef Chandra dan Chef Sean

Gratis! Belajar Masak Daging ala Hotel Bersama Chef Chandra dan Chef Sean – Olahan daging ala hotel bisa juga menyajikan ke rumah. Kamu hanya perlu mempelajari teknik masaknya dari para chef ternama seperti Chef Chandra Yudasswara dan Chef Sean Macdougall hanya pada d’Xpertise.
Lidah pasti tak akan menolak jika suguhi menu makanan berbahan daging sapi yang olah dan sajikan mirip hidangan hotel. Empuk juicy daging sapi bisa juga buat ke rumah dengan resep yang mudah.

Kami  mengajak kamu untuk mengikuti kelas mengolah daging yang mentori oleh chef ternama. Dalam event bertajuk Beef Up Chef Parade yang tergelar Sabtu, 26 September, kamu akan mengajak  belajar mengolah Australian Beef menjadi sajian lezat.

Ada Chef Sean Macdougall, praktisi kuliner asal Australia yang akan memberikan tips dan trik mengolah Cola Teriyaki Sirloin and King Prawn. Chef Sean kini aktif bekerja sebagai Executive Chef di Ritz-Carlton Pasific Place, Jakarta. Mengolah daging sapi asal Australia adalah hal biasa lakukan.

Melansirkan dari https://rollingthundertour.org/ Chef Sean pernah mengatakan, olahan daging sapi yang enak menententukan oleh kualitas daging itu sendiri. Kemudian lanjutkan oleh faktor teknik masak dan bumbu yang gunakan. Lewat siaran d’Xpertise kamu bisa melihat aksi Chef Sean mengolah Cola Teriyaki Sirloin and King Prawn.

Resep dan teknik masak akan bagikan secara jelas sehingga kamu bisa mencoba meraciknya  sendiri. Hadirkan menu ala hotel bintang lima pada rumah sendiri.

Tak hanya Chef Sean, ada juga Selebriti Chef Chandra Yudasswara yang juga akan menampilkan resep daging andalannya yang Indonesia banget. Chef Chandra akan menunjukkan cara mengolah Semur Daging Istimewa. Ternyata semur daging akan makin spesial kalau meracik menggunakan daging asal Australia.

Dengan bumbu dan teknik masak sederhana, semur daging ala Chef Chandra ini dapat pastikan jadi lezat dan empuk juicy. Kamu juga bisa bertanya langsung soal tips dan trik yang perlu  lakukan saat memasak.

Penasaran dengan aksi dua chef ini? Yuk ikutan d’Xpertise bersama Meat & Livestock Australia (MLA) yang akan digelar secara online pada Sabtu, 26 September 2020 mulai pukul 10.00-17.00 WIB.

Selain Chef Sean dan Chef Chandra, ada juga Chef Vania Wibisono, Vindex Tengker, dan Stefu Santoso. Pastikan kamu ikut dalam event ini dengan cara mendaftar . Event ini tidak pungut biaya alias gratis.

Kategori
Cooking

Jenis Ramen Khas Jepang

Jenis Ramen Khas Jepang

Jenis Ramen Khas Jepang, – Jepang merupakan salah satu negara yang kaya akan jenis kuliner. Banyak makanan khas jepang yang sudah tak asing lagi bagi lidah Indonesia, seperti sushi, takoyaki, shasimi, ramen dan lain sebagainya. Salah satu makanan khas Jepang yang dikenal dan banyak digemari masyarakat Indonesia adalah ramen.

Seperti lansir http://auzom.gg, Nah berbicara mengenai ramen, apakah diantara kamu sudah ada yang pernah memakannya atau bahkan belum pernah sama sekali? Ramen yang memiliki rasa super nikmat ini adalah salah satu makanan yang sangat direkomendasikan untuk kamu apalagi kalau kamu memang pecinta mie.

1. Kurume ramen menggunakan rebusan tulang babi sebagai kuahnya sebutan juga tonkotsu. Biasanya ada beri topping babi goreng dan rumput laut

2. Hakata ramen serupa dengan kurume, karena menggunakan rebusan babi sebagai kuahnya, tapi lebih ringan. Untuk topping-nya, kamu bisa menikmati telur, daun bawang, dan sebagainya

3. Sapporo miso menggunakan bahan-bahan seperti pasta kedelai, jahe, bawang putih, dan kaldu babi untuk kuahnya. Ramen berkuah miso ini ada beri topping babi chasu dan taoge

4. Kitakata ramen menggunakan mie jenis hand-cut yang sajikan dengan kuah shoyu. Topping-nya berupa babi chashu, fish cake, dan lain-lain

5. Kuah hakodate ramen sangat ringan, terbuat dari campuran rebusan ayam, babi, rumput laut, dan seafood. Rasanya segar dan sedikit asin

Nikmati Mie Ramen!

6. Wakayama ramen menggunakan kombinasi shoyu dan tonkutsu. Sajikan bersama telur mentah dan baraniku, membuatnya semakin lezat

7. Rasa kagoshima mencampurkan daging babi, ayam, ikan sarden kering, dan jamur sebagai kuahnya. Biasanya ada beri  topping daun bawang

8. Nagoya Taiwan ramen terinspirasi dari hidangan mie danzai pada Taiwan. Masakan dari kuah shoyu dengan topping daging babi pedas dan lokio

9. Onomichi ramen dari Hiroshima ini memiliki kuah shoyu yang campur ayam dan daging babi. Menariknya, ada topping lemak punggung babi

10. Abura ramen, jenis dry ramen yang paling terkenal pada Jepang. Bahan-bahan yang gunakan berupa mie, telur mentah, daging, daun bawang, dan sebagainya

***

Dari jenis ramen di atas, mana saja yang sudah kamu cobain? Tulis lewat kolom komentar ya!

Kategori
Cooking

Resep dan Cara Membuat Ayam Betutu Mercon

Resep dan Cara Membuat Ayam Betutu Mercon

Resep dan Cara Membuat Ayam Betutu Mercon, – Sajian ayam khas Bali ini bisa masak dengan cara modern yang lebih praktis tanpa mengurangi kelezatannya. Bumbu komplet bikin ayam ini makin sedap.

Selain nasi Bali dan bebek goreng pulau dewata punya olahan ayam yang sedap. Terkenal dengan nama ayam betutu. Jika memakai bebek sebutannya bebek betutu. Ayam panggang dengan bumbu komplet ata base genep.

Secara tradisional ayam betutu olah dengan cara dipanggang semalaman dalam sekam api. Slow cooking ini membuat bumbu meresap sempurna dalam daging ayam dan kulitnya agak kering. Ayam betutu makin pedas gurih dan enak makan dengan nasi hangat.

Lansir dari IDN Poker 88 Asia, Ayam atau bebek betutu biasanya sajikan masyarakat Bali pada upacara tertentu seperti pernikahan, odalan atau otonan. Kini banyak restoran pada Bali yang menyajikan ayam betutu. Yang terkenal ayam betutu Gilimanuk dan Gianyar.

1. Bahan-bahan yang diperlukan

Bahan-bahan:

  • 1/2 ekor ayam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun salam
  • 1/2 buah jeruk nipis
  • gula secukupnya
  • garam secukupnya
  • penyedap secukupnya
  • air secukupnya
  • minyak secukupnya

Bahan bumbu halus:

  • 5 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri
  • 2 ruas jari jahe
  • 1/2 ruas jari kunyit
  • 1/4 ruas jari kencur
  • 1/4 sendok teh terasi bakar

Bahan bumbu rajang:

  • 15 buah cabai rawit
  • 2 siung bawang putih
  • 3 batang serai
  • 5 buah cabai keriting
  • 2 ruas laos yang telah diparut
  • 2. Diamkan ayam yang telah dibaluri jeruk nipis

Potong ayam jadi beberapa bagian sesuai selera. Setelah itu, lumuri dengan perasan jeruk nipis sampai merata biar aroma amisnya hilang. Diamkan selama kurang lebih 15 menit, bilas dengan air dan tiriskan.

3. Tumis bumbu halus bersama bahan lainnya

Masukkan bahan bumbu halus ke dalam blender, lalu haluskan. Sembari menunggu, cincang kasar semua bahan bumbu rajang dan sisihkan.

Siapkan wajan yang telah beri minyak, lalu panaskan. Tumis bumbu halus bersama daun salam dan daun jeruk sampai harum.

4. Tambahkan ayam bersama sisa bahan

Tambahkan ayam ke dalamnya, aduk sampai merata. Masukkan bumbu rajang, kemudian tuang air secukupnya.

Tutup wajan dan masak sampai ayam benar-benar empuk. Taburi garam, gula, dan penyedap, aduk kembali. Saat air menyusut, segera angkat dan sajikan ayam betutu mercon.

Itulah cara membuat dan resep ayam betutu mercon yang bisa kamu sajikan untuk keluarga. Langsung kena serbu, deh!