Kategori
Cooking

Cooking 101: Apa Perbedaan Antara Butter, Margarine, dan Shortening?

Cooking 101: Apa Perbedaan Antara Butter, Margarine, dan Shortening?

JANGAN KELIRU! INI DIA PERBEDAAN BUTTER, MENTEGA DAN MARGARIN - YouTube

Untuk kamu yang sedang belajar memasak pasti mengalami sedikit kesulitan. Salah satunya dalam hal membedakan butter, margarine, dan shortening. Karena bingung dan tidak bisa membedakannya, tidak sedikit orang, khususnya ibu-ibu, menyamaratakan bahan makanan ini karena ketiganya sama-sama terbuat dari lemak dan sering di gunakan dalam pembuatan kue.

Suoaya tidak salah kaprah lagi di lansir dari food-rules.com, ini dia perbedaan antara butter, margarine, dan shortening.

1. Bahan dasar

Yang pertama, di kutip dari katespadehandbagsclearance.us.com/, untuk bahan dasar pembuatannya saja sudah beda. Butter atau yang lebih di kenal dengan nama mentega ini, berasal dari lemak hewan seperti sapi.

Untuk margarine, bahan dasar pembuatannya berasal dari lemak nabati seperti kelapa sawit. Karena itulah warna margarine lebih kuning dari mentega.

Sementara untuk shortening atau kita biasanya menyebutnya dengan mentega putih, bahan dasarnya bisa berasal dari lemak hewan, lemak nabati, atau pun percampuran dari keduanya.

2. Aroma

Yang kedua butter memiliki aroma yang gurih dan creamy khas dan dapat kamu jumpai di produk olahan susu sapi.

Berbeda dari butter, margarine tidak memiliki aroma yang khas seperti butter. Karena itulah para produsen margarine sering menambahkan butter hanya untuk mendapatkan aroma yang khas.

Sementara shortening atau mentega putih tidak memiliki aroma sama sekali.

3. Kandungan lemak dan air

Yang ketiga butter mengandung sekitar 80 persen lemak susu dan 20 persen air. Kandungan lemak hewan yang tinggi membuat jumlah lemak jenuh dalam butter juga cukup tinggi. Jadi, ada baiknya jika kamu tidak terlalu sering menggunakan mentega untuk menjaga tubuh kamu tetap sehat.

Margarine mengandung sekitar 80 persen – 90persen lemak dan 16 persen air. Karena terbuat dari lemak nabati, kandungan lemak jenuh dalam margarine tidak setinggi jumlah lemak jenuh dalam butter.

Shortening sendiri mengandung 99 persen lemak dan 1 persen air. Kandungan lemak yang penuh membuat kadar air dalam mentega putih tidak sebanyak yang terdapat pada butter dan margarine.

4. Titik Leleh

Titik leleh butter terdapat pada suhu 33-35 derajat celcius. Karena itu butter akan meleleh dengan mudah jika di simpan dalam suhu ruang. Lebih baik simpanlah butter dalam lemari pendingin.

Titik leleh margarine terdapat pada suhu 37-42 derajat celcius. Tidak akan meleleh jika kamu menyimpannya dalam suhu ruang. Tapi akan jauh lebih baik jika menyimpannya dalam lemari pendingin.

Titik leleh shortening terdapat pada suhu 40-44 derajat celcius. Meskipun tidak mudah meleleh, ada baiknya jika menyimpannya di kulkas.

Kategori
Cooking

Tips Aman Menggoreng Cimol

Tips Aman Menggoreng Cimol

Tips Aman Menggoreng Cimol – Bandung memang dikenal sebagai surga jajanan. Sebagian besar camilan dan makanan yang berasal dari kota ini sunggulah lezat hingga sulit untuk dilupakan. Begitu pula dengan cimol Bandung. Cimol adalah makanan ringan yang dibuat dari tepung kanji. Cimol berasal dari kata (Bahasa Sunda aci digemol) yang artinya tepung kanji dibuat bulat-bulat.

Menggoreng adalah proses memasak yang paling banyak digunakan dalam mematangkan sebuah makanan. Tidak terkecuali dengan cimol dan olahan “aci” lainnya. Hanya saja, saat menggoreng cimol, cireng, dan camilan lainnya yang terbuat dari bahan dasar aci atau tepung tapioka, mereka sering kali meledak dan menciptakan cipratan minyak panas maha dahsyat.

Cukup untuk membuat kita panik, ketakukan, terkena serangan jantung ringan, dan tentu saja, luka bakar yang membuat kulit kita kemerahan dan perihnya gak seberapa tapi nyiksa banget. Jadi, gak heran kalau beberapa orang memakai alat pelindung berupa helm dan jas hujan saat menggoreng jajanan masa kecil yang melegenda ini.

Cimol yang terbuat dari aci atau kanji ini sebenarnya merupakan jajanan sederhana. Namun karena sensasi dimakannya yang seru, maka cimol punya penggemar tersendiri. Apalagi jika cimol dimakan dengan saus kacang, digoreng dengan telur, hingga ditaburi dengan bumbu bubuk.

Untuk memuaskan hasrat untuk makan cimol, kamu sebenarnya tak perlu jauh-jauh pergi ke Bandung. Sebab kamu pun bisa membuatnya sendiri di rumah. Jajanan buatan rumah ini tentu saja juga aman untuk dikonsumsi setiap hari karena kamu bisa menggunakan bahan pilihan.

Perkecil ukuran cimol dan olahan aci lainnya

Sebagai aksi pencegahan, kamu bisa memulainya dengan memperkecil ukuran cimol, cireng, pempek, otak-otak, dan olahan aci lainnya. Ukuran cimol yang lebih kecil mampu mempercepat proses penggorengan karena lebih cepat matang. Dan tentunya memperkecil risiko terkena cipratan minyak panas. Intinya, mencegah itu lebih baik daripada mengobati, bukan?

Gunakan api kecil

Nah, yang satu ini yang paling penting. Gunakan api kecil saat menggoreng olahan aci. Itu karena suhu minyak goreng yang terlalu panas dapat memicu adonan cimol dan olahan aci lainnya untuk meledak dan menciptakan cipratan minyak panas yang tidak di inginkan.

Jika dari dalam wajan mulai terlihat mengeluarkan asap saat menggoreng cimol, segera matikan kompor. Itu artinya suhu minyak terlalu panas. Tunggu beberapa saat sampai asap dari dalam wajan hilang dan suhu minyak sudah tidak terlalu panas.

Aduk-aduk agar matang secara merata

Coba deh perhatiin kang cimol pas lagi ngegoreng cimol. Betul sekali! Kang cimol akan terus mengaduk-aduk cimol yang sedang digoreng menggunakan spatula dan serokan. Hal itu untuk membuat cimol dapat matang secara merata dan mengembang dengan sempurna. Mengaduk-aduk cimol saat menggoreng juga ampuh untuk mencegah cimol meledak.