Kategori
Cooking

Soto Unik Khas Karo dari Usus Besar Sapi

Soto Unik Khas Karo dari Usus Besar Sapi

Soto Unik Khas Karo dari Usus Besar Sapi, – Di Medan, Sumatra Utara, ada sebuah kuliner unik khas suku Karo bernama Trites. Trites atau pagit-pagit berarti pahit.

Makanan ini berbentuk sup dengan kuah berwarna cokelat. Bahan utamanya rumput isi perut besar sapi yang belum dicerna.

Dikutip dari laman Daftar Joker123, Jika orang Sunda memiliki soto betawi, orang Karo memiliki soto yang berwarna coklat yang berbahan dasar rumput dari usus besar sapi.

Mendengar kalimat “makanan berasal dari usus besar sapi”, pasti kamu langsung berpikir bahwa makanan tersebut adalah olahan dari kotoran sapi, bukan?

Yups, orang Karo sudah terbiasa dengan anggapan tersebut. Tapi kamu perlu tahu nih bahwa rumput yang diolah belum dicerna oleh sapi, lho. Jadi belum termasuk kotoran sapi ya.

Nah, bagaimana dan apa sih Trites makanan khas Karo ini? Yuk, simak ulasan berikut ini.

Trites perasan rumput yang diambil dari usus besar sapi

Sapi hewan yang bisa mengonsumsi kembali makanan yang sudah di dalam perut. Cara kerjanya adalah sapi akan menyimpan makanan di dalam perut besar dan suatu waktu akan dikeluarkan melalui mulut dan kembali dikunyah sehingga masuk ke dalam pencernaan yang menjadi kotoran.

Nah, Trites makanan khas Karo ini berbahan dasar rumput yang diambil dari perut besar sapi yang belum dicerna. Jadi, meskipun dari lambung, rumput ini masih segar dan layak untuk diolah.

Nah, kamu wajib tahu bahwa di sini bukan rumptunya yang akan dimakan melainkan air perasannya. Caranya, rumput akan diperas lalu disaring dengan kain tipis.

Hal ini bertujuan supaya serat dalam rumput tidak masuk. Kemudian, air perasannya akan direbus hingga 3 jam sehingga menghasilkan kaldu yang gurih.

Jadi gimana? Kamu sudah bisa buang anggapan bahwa Trites ini dari kotoran sapi?

Diolah dengan bumbu khas Karo

Salah satu bumbu utama dalam pembuatan Trites adalah kayu cingkam atau sering juga dikenal dengan pohon gadog dan asam cikala (bunga kecombrang).

Kedua bumbu ini harus digunakan untuk menghilangkan bau amis karena berasal dari perut sapi. Tak lupa juga bumbu khas lainnya seperti andaliman dan rimbang kemudian bumbu lain seperti cabai, jahe, kunyit, kemiri hingga serai.

Tidak bisa sembarang masak, jika salah meramu rasanya akan hambar bahkan bisa menimbulkan bau amis. Nah, supaya rasanya semakin gurih dan kaldunya yang kental masyarakat Karo biasanya mencampurkan susu ke dalam Trites.

Makanan halal dan pengolahannya yang masih tradisional

Untuk menghasilkan cita rasa yang khas, maka hingga sekarang dalam pengolahan Trites masih menggunakan kayu bakar yang dibentuk dengan tungkuan api. Tak heran, proses pembuatannya membutuhkan waktu 5 jam lebih.

Kamu wajib tahu bahwa dalam memasak Trites ini baik ibu maupun bapak harus terlibat. Masyarakat Karo sebutnya, aron yang artinya bekerja sama ataupun gotong royong.

Makanan halal, Trites bisa dicampurkan dengan daging sapi, tulang lembu, kambing bahkan kikil. Selain itu, bisa juga dicampurkan dengan daun ubi, jamur dan rimbang. Wajib coba ya kalau lagi berwisata di tanah Karo.

Bisa dijadikan obat, salah satunya melancarkan sistem pencernaan

Menurut masyarakat setempat, olahan Trites ini bisa mengobati beberapa penyakit. Trites bisa manjur mengobati sistem pencernaan, penyakit maag hingga meningkatkan nafsu makan.

Trites bisa menjadi obat dikarenakan rasa pahit dan kelat pada rumput isi usus besar sapi, memiliki kandungan tanin. Kandungan ini, sekaligus membuktikan bahwa rumput yang berada di dalam usus besar sapi masih segar dan layak untuk dikonsumsi.

Disajikan pada hari-hari tertentu, seperti kerja tahun (pesta panen)

Selain membutuhkan waktu lama, pembuatan Trites ini juga dibutuhkan sapi besar yang memakan biaya puluhan juta. Dengan demikian, soto khas Karo ini hanya dihidangkan saat acara-acara tertentu seperti pesta kerja tahun, Merdang Merdem (pesta panen) atau sering juga disebut sebagai pesta kerja tahun.

Acara besar dan pemotongan sapi ini, sekaligus membuktikan rasa musyawarah dan bergotong royong masyarakat Karo.

Karena tanah Karo pada umumnya bertani, pembuatan acara besar tersebut diyakini sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan atas hasil tani yang melimpah dan tahun -tahun selanjutnya pertanian yang dikelola masyarakat juga diharapkan memiliki hasil yang melimpah.

Kategori
Kuliner

5 Kuliner Kaki Gunung di Pulau Jawa yang Lezatnya Memikat Lidah

5 Kuliner Kaki Gunung di Pulau Jawa yang Lezatnya Memikat Lidah

5 Kuliner Kaki Gunung di Pulau Jawa yang Lezatnya Memikat Lidah – Sebagai pulau yang disinggahi banyak gunung, maka banyak pula daerah di Pulau Jawa yang lokasinya berada di kaki gunung. Mempunyai hawa yang sejuk, beberapa daerah di kaki gunung ini juga memiliki kuliner khas yang lezatnya memikat hati.

Di mana serta kuliner kaki gunung apa saja yang dimaksud.

1. Tepo tahu

Selain kuliner yang terbuat dari hewan imut, yaitu satai kelinci, Magetan yang lokasinya di kaki gunung Lawu ini juga punya kuliner kaki gunung berbahan dasar lontong. Tepo tahu, namanya.

Melansir dari http://bellasbreakfastlunch.com/ Kuliner kaki gunung ini mencampurkan potongan lontong dengan bermacam sayur seperti kubis, kangkung, bayam, dan taoge. Tahu dan tempe goreng, menjadi lauk utama tepo tahu.

Menariknya, tepo tahu punya dua bumbu lho! Dapat diguyur dengan bumbu kacang atau bumbu sayur sambal. Jadi, kamu punya dua pilihan yang dapat disesuaikan dengan selera deh!

2. Doclang

Namun tidak dapat dipungkiri, Bogor adalahh daerah yang menjadi destinasi favorit penduduk ibu kota. Letaknya berada di kaki gunung Salak dan pegunungan Gede-Pangrango.

Soto mi dan asinan bogor memang enak. Tapi, jangan lupakan keberadaan doclang ketika kulineran di Kota Hujan! Doclang berisi irisan lontong atau ketupat yang dilengkapi dengan tahu goreng, taoge, kentang dan telur rebus.

Sebelum disajikan, doclang diguyur bumbu kacang dan ditutup dengan renyahnya kerupuk yang meningkatkan selera makan.

3. Ayam kalasan

Sleman adalah daerah di Yogyakarta yang letaknya di kaki gunung Merapi. Kuliner kaki gunung yang memikat lidah dan cukup populer hingga berbagai daerah di Indonesia, ada ayam goreng kalasan.

Yang membedakan olahan ayam ini dengan lainnya yaitu bumbu yang digunakan. Keberadaan air kelapa dan gula merah, membuat ayam kalasan mempunyai rasa yang berciri khas.

4. Gulai melung

Gulai melung merupakan gulai yang berbahan dasar kambing. Tidak hanya daging, gulai melung diisi juga oleh tulang kambing dan beberapa bagian pada kaki maupun kepala kambing yang menjadi ciri khas dari gulai ini.

Gulai melung berasal dari Purbalingga, daerah di Jawa Tengah yang lokasinya berada di kaki gunung Slamet.

5. Nasi lengko

Majalengka berada di kaki gunung Ciremai, Jawa Barat. Kuliner kaki gunung yang dapat kamu nikmati selain surabi oncom, juga ada nasi lengko.

Nikmat banget disantap pada siang hari. Nasi lengko memiliki pelengkap berupa tempe, tahu, taoge, timun, dan telur yang kemudian diguyur dengan bumbu kacang serta kucuran kecap manis.