Kategori
Cooking

Cooking 101: Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking

Cooking 101: Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking

Buat kamu yang baru belajar masak, pasti sudah mendengar dan membaca banyak istilah memasak. Saking banyaknya, kamu sering tertukar dan salah mengartikan istilah-istilah tersebut.

Salah satunya adalah moist heat cooking atau lebih di kenal dengan teknik memasak panas basah menggunakan media air atau uap air. Biar nggak bingung lagi, melansir dari food-rules.com berikut ini beberapa teknik memasak untuk membantu kamu yang sedang atau baru saja mulai belajar masak dengan mengenal teknik-teknik moist heat cooking. Yuk, di simak!

Simak 7 Macam Teknik Memasak Basah & Kering Serta Masakannya

1. Boiling

Yang pertama ada boiling. Di kutip adidasneo.us.com/, boiling atau merebus adalah teknik memasak dalam cairan yang mendidih. Teknik ini sering dipakai untuk mengolah berbagai jenis makanan, salah satunya sup.

Ada tips penting nih agar sup buatan kamu lebih nikmat. Masukkan daging bersamaan dengan air ke dalam panci agar kamu mendapatkan kaldu yang lebih kuat dan jernih.

Setelah itu, baru masukan sayuran agar kandungan vitamin di dalamnya tidak hilang. Selain itu, memasukkan sayuran di bagian terakhir dapat menjaga warna sayuran tetap cerah dan teksturnya tetap terjaga.

2. Simmering

Yang kedua teknik memasak yang satu ini hampir sama dengan teknik boiling. Hanya saja simmering di lakukan untuk bahan makanan bertekstur padat secara perlahan menggunakan api kecil. Teknik simmering di lakukan untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut.

Kamu bisa menggunakan teknik yang satu ini untuk mengolah sop iga, sop buntut, atau rebung untuk bahan isian lumpia.

3. Stuffing

Ketigs teknik stuffing. Stuffing adalah memasak bahan makanan dalam cairan atau saus dengan perbandingan 1 : 1 dalam waktu yang lama. Teknik ini sering di gunakan dalam hidangan kontinental untuk mengolah daging merah seperti daging sapi, domba, atau rusa.

Sebelum masuk ke tahap stuffing, daging yang sudah di potong dadu di tumis terlebih dahulu bersama bumbu dan rempah lain. Baru setelah itu kita dapat memasukkan kaldu, air, santan, atau cairan lainnya untuk kemudian di masak perlahan-lahan menggunakan api kecil.

4. Poaching

Poaching adalah proses memasak bahan makanan dalam cairan yang terbatas dan api kecil. Tidak sedikit orang menggunakan api besar saat mengolah bahan makanan menggunakan teknik poaching ini.

Teknik poaching sering di gunakan untuk menjaga tekstur bahan makanan agar tetap lembut saat akan di santap. Telur, ikan, dan beberapa jenis buah sering di olah menggunakan teknik tersebut.

Kategori
Cooking

Cooking 101 Apa Perbedaan Tepung Maizena dan Tepung Tapioka

Cooking 101 Apa Perbedaan Tepung Maizena dan Tepung Tapioka

Cooking 101 Apa Perbedaan Tepung Maizena dan Tepung Tapioka – Tepung adalah salah satu bahan makanan dengan jenis yang beragam. Fungsinya pun berbeda-beda. Tapi ada nih dua jenis tepung yang selama ini di anggap sama karena kedua jenis tepung ini sering di gunakan untuk mengental suatu masakan. Yap, tepung maizena dan tepung tapioka. Padahal, tepung maizena dan tepung tapioka adalah dua jenis tepung yang berbeda.

Image result for Cooking 101 Apa Perbedaan Tepung Maizena dan Tepung Tapioka

Bahan baku pembuatan

Tepung tapioka atau juga sering di kenal sebagai tepung kanji ini terbuat dari sari pati singkong. Sari pati yang sudah didapat harus di endapkan terlebih dahulu selama beberapa hari sebelum melalui proses penggilingan. Sementara itu, bahan baku pembuatan tepung maizena berasal dari biji jagung. Karena itulah tepung maizena juga dikenal sebagai tepung jagung.

Tekstur tepung

Melansir dari http://freedomclothingcollective.com/  saat di sentuh oleh tangan, tepung tapioka akan terasa licin sehingga cukup sulit untuk di pegang oleh tangan. Tidak sedikit orang-orang yang tidak suka dengan tekstur tepung tapioka karena menimbulkan sensasi aneh pada tangan mereka saat mengolahnya. Saat di campur dengan air panas, tepung tapioka akan mengental dan berubah warna menjadi bening. Berbeda dengan tepung tapioka, tepung maizena lebih mudah untuk dipegang oleh tangan dan lebih kesat.

Warna tepung

Untuk warna, tepung tapioka memiliki warna putih seperti putih susu. Sesuai dengan warna singkong sebagai bahan dasar tepung tapioka yang putih bersih. Bisa di bilang tepung tapioka adalah jenis tepung paling “putih” dari banyaknya jenis tepung yang ada di pasaran. Sementara warna tepung maizena cenderung kekuning-kuningan dan pucat. Jika di bandingkan dengan warna tepung terigu, warna tepung maizena cenderung lebih keruh dan agak pucat.

Fungsi tepung

Tepung maizena sering di gunakan sebagai bahan dasar jajanan yang sering di jumpai di depan sekolah seperti cireng, cimol, cilok, dan masih banyak lagi. Tepung tapioka juga sering di jadikan sebagai bahan pengenyal dalam pembuatan baso, pempek, dan yang lainnya. Supaya maizena lebih sering di pakai untuk mengentalkan fla.

Kategori
Cooking

5 Tips Memasak Menggunakan Teknik Slow Cooking, Sudah Pernah Coba?

5 Tips Memasak Menggunakan Teknik Slow Cooking, Sudah Pernah Coba?

5 Tips Memasak Menggunakan Teknik Slow Cooking, Sudah Pernah Coba? – Dari beragam jenis teknik yang ada, salah satu yang paling populer adalah dengan menggunakan teknik slow cooking. Seperti namanya, memasak dengan tempo yang lama ini bertujuan untuk membuat bahan makanan yang tidak mudah hancur. Selain itu, penggunaan bumbunya pun maksudkan agar meresap secara sempurna ke dalam bahan makanan tersebut.

Untuk kamu yang penasaran bagaimana tips memasak dengan menggunakan teknik slow cooking dengan baik. Berikut ini lima daftarnya!

1. Durasi memasak selama lebih dari 3 jam

Untuk memaksimalkan hasil masakan yang mengolah dengan menggunakan teknik slow cooking, tentunya durasi merupakan salah satu yang patut yang kamu perhatikan. Umumnya, untuk teknik memasak yang satu ini, durasi yang digunakan lebih dari 3 jam. Hal ini tentu saja untuk memastikan semua rempah yang menggunakan meresap secara sempurna pada bahan makanan yang telah kita pakai.

2. Gunakan bahan makanan yang bertekstur keras

Melansir dari https://bienvenueabord-lefilm.com/ seperti yang kita ketahui bila memasak dengan menggunakan teknik seperti ini pasti durasi pemasakan akan memakan waktu yang cukup lama. Untuk menghindari bahan makanan yang akan hancur, maka hindari penggunaan bahan yang bertekstur lembek. Ini lah mengapa memasak bahan makanan yang umum  dengan menggunakan slow cooking adalah daging.

3. Gunakan bumbu yang lebih banyak

Tentunya karena memasak dengan menggunakan teknik slow cooking ini membutuhkan waktu yang lama, maka rempah atau bumbu yang digunakan juga harus melebihkan atau memperbanyak. Namun, pastikan takaran yang digunakan tidak berlebihan dan membuat cita rasa dari masakanmu menjadi tidak lezat. Dengan begitu, maka hasil dari memasak dengan menggunakan teknik seperti ini dapat menjadi lebih maksimal.

4. Pastikan suhu dan api tetap stabil selama pemasakan

Salah satu penentu dari keberhasilan memasak adalah suhu dan apinya. Untuk jenis memasak yang satu ini, kita sarankan menggunakan api kecil dengan suhu yang stabil sejak awal memasak sampai dengan selesai. Hal ini untuk memastikan bahwa kematangan dan bumbu yang meresap dapat merata sempurna.

5. Gunakan penutup pada wadah memasakV

Satu hal sepele yang tak boleh kamu lewatkan pada saat memasak dengan menggunakan teknik slow cooking adalah penutup wadah. Karena memakan durasi yang cukup lama, maka penutup wadah sangat merekomendasikan untuk menggunakan agar kematangan dapat merata secara sempurna.

Nah, beberapa tips dapat menjadi informasi menarik untukmu yang ingin mencoba memasak dengan menggunakan teknik slow cooking. Kuncinya adalah tetap sabar menunggu hingga matang, ya!

Kategori
Cooking

Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking, Agar Tidak Salah

Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking, Agar Tidak Salah

Mari Mengenal Teknik Moist Heat Cooking, Agar Tidak Salah – Buat kalian yang baru belajar masak, pasti sudah mendengar dan membaca banyak istilah memasak. Saking banyaknya, kamu sering tertukar dan salah mengartikan istilah-istilah tersebut.

Melansikan dari https://armyants.org/ Salah satunya merupakan moist heat cooking atau lebih mengenal dengan teknik memasak panas basah menggunakan media air atau uap air. Biar nggak bingung lagi.

1. Boiling

Yang pertama ada boiling. Boiling atau merebus merupakan teknik memasak dalam cairan yang mendidih. Teknik ini sering dipakai untuk mengolah berbagai jenis makanan, salah satunya sup.

Ada tips penting nih agar sup buatan kamu lebih nikmat. Masukkan daging bersamaan dengan air ke dalam panci agar kamu mendapatkan kaldu yang lebih kuat dan jernih.

Setelah itu, baru masukan sayuran agar kandungan vitamin di dalamnya tidak hilang. Selain itu, memasukkan sayuran di bagian terakhir dapat menjaga warna sayuran tetap cerah dan teksturnya tetap terjaga.

2. Simmering

Teknik memasak yang satu ini hampir sama dengan boiling. Hanya saja simmering dapat lakukan untuk bahan makanan bertekstur padat secara perlahan menggunakan api kecil. Teknik simmering dilakukan untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut.

Kamu bisa menggunakan teknik yang satu ini untuk mengolah sop iga, sop buntut, atau rebung untuk bahan isian lumpia.

3. Stuffing

Stuffing merupakan memasak bahan makanan dalam cairan atau saus dengan perbandingan 1 : 1 dalam waktu yang lama. Teknik ini sering menggunakan dalam hidangan kontinental untuk mengolah daging merah seperti daging sapi, domba, atau rusa.

Sebelum masuk ke tahap stuffing, daging yang sudah potong dadu maka tumis terlebih dahulu bersama bumbu dan rempah lain. Baru setelah itu kita dapat memasukkan kaldu, air, santan, atau cairan lainnya untuk kemudian masak perlahan-lahan menggunakan api kecil.

4. Poaching

Poaching merupakan proses memasak bahan makanan dalam cairan yang terbatas dan api kecil. Tidak sedikit orang menggunakan api besar saat mengolah bahan makanan menggunakan teknik poaching ini.

Teknik poaching sering pergunakan untuk menjaga tekstur bahan makanan agar tetap lembut saat santap. Telur, ikan, dan beberapa jenis buah sering terolah menggunakan teknik tersebut.

5. Blanching

Blanching merupakan merebus bahan makanan  dalam air mendidih dalam waktu singkat. Selain mematangkan, tujuan blanching merupakan untuk membersihkan kotoran yang terdapat pada bahan makanan. Blanching sering pergunakan karena dapat mematangkan bahan makanan tanpa mengubah warna, bentuk, dan tekstur.

Agar proses blanching maksimal, pastikan air yang pergunakan benar-benar mendidih saat kamu akan memasukan bahan makanan.

6. Steaming

Steaming atau mengukus merupakan teknik memasak menggunakan uap panas. Teknik memasak yang satu ini sering pergunakan dalam mengolah hidangan nusantara maupun oriental. Sebut saja pepes, nasi tim, sampai cilok.

Teknik ini cocok pergunakan untuk kamu yang sedang menjalani program d’iet karena dapat mematangkan makanan tanpa merusak bentuk, rasa, dan nilai gizi makanan itu sendiri.

Kategori
Cooking

Tips Cara Masak Jengkol biar Gak Bau

Tips Cara Masak Jengkol biar Gak Bau

Tips Cara Masak Jengkol biar Gak Bau, – Jengkol bila diolah dengan tepat bakal bisa jadi hidangan yang enak dan lezat. Cuma masalahnya kadang rasa pahit jengkol bisa sangat merusak kelezatannya. Apalagi kalau teksturnya masih keras, pastinya bakal kurang nikmat disantap ya.

Jengkol merupakan tumbuhan khas Asia Tenggara yang disukai banyak orang di Indonesia. Tanaman yang berbentuk biji bulat ini sering diolah menjadi berbagai masakan.

Jengkol diketahui mengandung banyak protein, kalsium, fosfor, dan zat besi. Tumbuhan yang termasuk kelas magnoliopsida ini juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, B1, B2, dan C.

Meski bagi sebagian orang jengkol dianggap enak dan lezat, tetapi jengkol juga bisa menimbulkan aroma tak sedap setelah dikonsumsi.

Agar jengkol empuk dan tidak pahit, ada sejumlah tips yang bisa kamu ikuti ladies. Mulai dari soal perebusan hingga bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membuat jengkol lebih empuk dan tidak pahit.

Rendam dengan air kapur sirih

Cara pertama untuk menghilangkan aroma tak sedap dari jengkol adalah dengan memanfaatkan air kapur sirih. Sebelum diolah, rendam jengkol dengan air kapur sirih semalaman. Setelah itu, tiriskan.

Rebus dengan daun jambu biji

Tips ketiga agar jengkol gak bau adalah merebusnya bersama dengan daun jambu biji. Siapkan lima lembar daun jambu biji ukuran sedang, cuci bersih, kemudian rebus bersama dengan jengkol yang sudah direndam semalaman selama 10-15 menit.

Rebus dengan daun salam

Daun salam juga bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan bau tak sedap dari jengkol. Daun salam dikenal sebagai aromatik dapat mengurangi bau tak sedap.

Caranya sama seperti merebus dengan daun jambu biji. Selain mengurangi bau tak sedap, daun salam juga dikenal dapat mengurangi rasa pahit pada jengkol.

Cuci dengan air beras

Setelah direndam dengan air kapur sirih, tips selanjutnya adalah mencuci jengkol dengan menggunakan air bekas cucian beras. Setelah mencuci beras, jangan buang airnya karena bisa dimanfaatkan untuk mencuci jengkol sebelum diolah menjadi masakan.

Rebus dengan daun jeruk purut

Selain daun jambu biji dan daun salam, kamu bisa memanfaatkan daun jeruk purut. Caranya, siapkan beberapa lembar daun jeruk purut, iris-iris, kemudian rebus bersama dengan jengkol.

Rebus dengan api kecil

Cara memasak jengkol juga perlu diperhatikan, supaya olahan jengkolmu enak dan lezat. Kamu bisa memasak atau merebus jengkol cukup dengan api kecil. Tujuannya agar bumbu meresap sempurna dan menghilangkan bau tak sedapnya.

Kategori
Cooking

Tips Memilih dan Mengolah Hati Sapi biar Gak Hancur

Tips Memilih dan Mengolah Hati Sapi biar Gak Hancur

Tips Memilih dan Mengolah Hati Sapi biar Gak Hancur, – Begini tips mengolahnya yang benar! Nantinya hewan kurban tersebut disembelih dan dibagikan kepada orang-orang yang tak mampu.  Ketika dibagikan tak selamanya orang-orang tersebut mendapatkan daging utuh.

Hati sapi bisa diolah menjadi hidangan yang lezat. Tapi untuk mengolahnya harus diperhatikan seperti memastikan teksturnya tidak hancur dan bau amis.

Perhatikan permukaan hati sapi

Hal pertama yang bisa kamu lakukan saat memilih hati sapi adalah melihat permukaannya. Pilihlah hati sapi tanpa ada guratan putih. Sekilas memang tampak seperti serat, tapi bukan.

Guratan itu menandakan hati sapi mungkin terjangkit cacing. Untuk berjaga-jaga, jangan sesekali memilih hati sapi dalam kondisi permukaan seperti itu, ya. Jika terlanjur, belah hati sapi dan periksa dengan teliti.

Pilih hati sapi berwarna merah terang

Warna pada hati sapi bisa membantu menentukan mana yang masih dalam kondisi segar. Hati sapi berwarna merah terang menandakan keadaannya masih segar dan baru saja diproses. Nah, pilihlah hati sapi seperti ini.

Sebaliknya, kalau warna hati sapi sudah mulai menghitam dan berlendir, jangan sesekali dibeli. Itu artinya hati sapi sudah mulai membusuk dan tak akan lezat saat dimasak. Rasanya bakal pahit di mulut.

Cium aroma hati sapi

Kamu juga bisa memeriksa kesegaran hati sapi dari aromanya. Hati sapi yang baunya segar dan tak amis layak dibeli. Kalau timbul bau menyengat dan cenderung anyir berlebihan, sebaiknnya jangan dipilih. Pengecekan aroma pada hati sapi sangat disarankan, mengingat caranya yang mudah.

Cek konsistensi bentuknya

Selain dari tekstur, warna, dan aroma, periksa pula konsistensi bentuk hati sapi. Pastikan hati sapi tak ada gumpalan atau bercak. Cara memeriksanya cukup mudah, kamu tinggal memegang hati sapi dan menekannya.

Jika bentuk hati sapi kembali seperti semula, artinya masih dalam keadaan segar. Namun, jika saat dipegang sudah terasa berlendir dan sulit dibentuk, sebaiknya jangan dipilih, ya.

Cuci hati sapi sampai bersih

Setelah membeli, jangan langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Cuci dahulu dengan air mengalir hingga bersih. Meskipun hati sapi terlihat masih dalam keadaan segar, bukan berarti tak ada kuman yang menampel.

Namun, hindari mencucinya terlalu lama ataupun terlalu keras. Itu bisa membuat hati sapi mudah hancur nantinya. Cukup dibilas dengan air sampai darahnya benar-benar hilang.

Rebus dengan daun salam

Sebelum diolah menjadi suatu hidangan, sebaiknya hati sapi direbus terlebih dahulu. Untuk menghilangkan bau amis dan anyir, kamu bisa merebusanya dengan berbagai rempah. Gunakan daun salam, jahe, dan garam.

Kamu bisa memotong hati sapi jadi beberapa bagian terlebih dahulu saat direbus. Namun, perlu diingat untuk tak memotongnya terlalu kecil, agar tidak mudah hancur. Rebus hati sapi sampai setengah matang saja, ya.

Hindari memasaknya terlalu lama

Setelah direbus hingga setengah matang, segera angkat dan tiriskan hingga kering. Barulah diolah menjadi berbagai hidangan sesuai selera. Tetapi, pastikan kamu tak memasak hati sapi tersebut terlalu lama.

Hati sapi yang dimasak terlalu lama akan terasa keras. Apa pun jenis masakan yang dibuat, masaklah sebentar, asal sudah terlihat matang saja. Dengan begitu rasa hati sapi tetap nikmat dan lembut.

***

Itulah beberapa tips memilih dan mengolah hati sapi yang bisa kamu terapkan. Memang terlihat mudah, tapi pastikan kamu memeriksa Aplikasi Kasir Restoran dengan seksama, ya.

Kategori
Cooking

Tips dan Cara Memasak Se’i Sapi yang Enak

Tips dan Cara Memasak Se’i Sapi yang Enak

Tips dan Cara Memasak Se’i Sapi yang Enak, – Kini se’i sapi alias daging sapi panggang khas Kupang semakin populer. Tak hanya di Bandung, Jakarta juga punya sajian se’i sapi enak.

Se’ilera menjadi salah satu tempat makan yang menjual se’i sapi enak. Berlokasi area Bintaro, rumah makan se’i ini punya beragam menu enak yang wajb Anda coba. Ada se’i ayam, se’i sapi dan se’i lidah. Sambalnya juga ada tiga macam, sambal matah, sambal ijo dan juga sambal lu’at.

Olahan sei atau se’i khas Nusa Tenggara Timur belakangan menjadi kuliner yang diburu banyak orang. Masakan ini memiliki rasa yang khas dengan tekstur daging yang empuk.

Di kota-kota besar di Indonesia pun, resto-resto yang menyajikan menu se’i, baik dari babi, sapi, dan ayam. Bagi orang yang gak bisa makan daging babi, se’i sapi bisa jadi pilihan.

Gak melulu beli di luar, sebagian orang mulai memasaknya sendiri di rumah. Kalau kamu juga tertarik membuat se’i sapi sendiri, beberapa tips dan cara memasaknya di bawah ini bisa jadi panduanmu.

Cara memilih daging sapi yang segar

Untuk membuat se’i sapi, disarankan menggunakan daging sapi bagian has dalam. Penggunaan bagian has ditujukan supaya hasilnya lebih empuk dan mudah diolah.

Hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah kesegaran dan kualitas daging. Daging yang segar dan berkualitas baik dapat dilihat dari tekstur, warna, dan aromanya.

Daging yang segar biasanya tidak ada bau yang terlalu amis dan terlalu tajam. Selain itu, tekstur daging yang segar saat disentuh akan kenyal, padat, serta berwarna merah kehitaman.

Dimarinasi sebelum diasapi

Se’i khas NTT aslinya menggunakan daging babi. Namun, jika kamu menggantinya dengan daging sapi, marinasi dagingnya terlebih dahulu sebelum diasapi. Sebab, daging sapi memiliki tekstur yang lebih keras daripada daging babi.

Kamu bisa melumuri daging sapi dengan menggunakan daun pepaya. Setelah dilumuri, diamkan selama 15-20 menit sebelum diasapi.

Selain daun pepaya, kamu juga memarinasi daging dengan menggunakan buah nanas. Namun, memarinasi daging dengan nanas tidak boleh lama-lama. Nanas punya kandungan asam yang tinggi. Apabila daging dimarinasi dengan nanas terlalu lama, maka daging bisa hancur.

Membuat alat pengasapan sendiri

Membuat se’i sapi idealnya menggunakan tungku batu atau drum pengasap dengan bahan bakar kayu kosambi. Namun, ada alternatif lain untuk membuatnya, yakni menggunakan panci dan beberapa alat dapur lainnya.

Alat dan bahan yang kamu butuhkan adalah panci, colander atau saringan, kertas aluminium, serpihan kayu, serta daun teh.

Pertama, siapkan panci berukuran besar, lalu letakkan kertas aluminium di bagian dalamnya. Pastikan kertas aluminium menutupi seluruh area bawah panci.

Setelah itu, masukkan serpihan kayu dan daun teh ke dalam panci. Kemudian, letakkan daging sei sapi di atas saringan. Nyalakan api besar, lalu tutup panci dengan rapat.

Pastikan asapnya tetap berada di dalam panci, sehingga bisa meresap ke dalam daging dengan sempurna. Lakukan proses ini selama 10 menit. Setelah itu, matikan api dan angkat panci dari kompor. Jangan langsung membuka tutupnya.

Biarkannya selama 10 menit lagi, supaya asapnya bisa meresap sempurna. Jika sudah, keluarkan daging sapi dari dalam panci.

Namun yang perlu kamu perhatikan, jika kamu menggunakan cara ini, sei sapi yang kamu buat belum matang seutuhnya. Selanjutnya, tumis daging tersebut dengan bumbu pilihanmu, atau diolah sesuai seleramu.

Kategori
Cooking

Tips Tepat Membuang Minyak Goreng Bekas

Tips Tepat Membuang Minyak Goreng Bekas

Tips Tepat Membuang Minyak Goreng Bekas, – Sekalipun sudah dikira-kira, seringnya minyak goreng tetap masih tersisa setelah dipakai memasak. Masalahnya kan kalau bisa nggak dipakai lebih dari tiga kali. Sebab, jika lebih dari itu, minyak akan berubah jadi racun yang bisa mengganggu kesehatanmu.

Karena hal tersebut, mau nggak mau kita tetap mesti membuang sisa minyak goreng. Tapi, buang minyak goreng bekas pun nggak boleh sembarangan. Soalnya, ada kandungan dalam minyak yang bisa mencemari lingkungan.

Minyak goreng merupakan salah satu bahan memasak yang digunakan sehari-hari. Penggunaannya yang memang khusus untuk menggoreng aneka olahan ini biasanya sering menyisakan sisa. Padahal, minyak dapat berbahaya bila berkali-kali digunakan. Sementara, membuangnya di wastafel juga berbahaya untuk lingkungan karena akan mencemarinya. Oleh sebab itu, kamu harus tahu bagaimana cara membuangnya.

Diamkan hingga minyak dingin

Banyak orang yang terburu-buru dalam membuang minyak ketika masih panas, padahal itu sangat berbahaya karena wadah yang digunakan dapat meleleh dan mengenai diri. Oleh sebab itu, diamkan hingga minyak dingin. Setelah itu, kamu baru lanjutkan langkah selanjutnya.

Membekukannya

Membekukan minyak goreng dapat menjadi alternatif pilihan lainnya yang dapat kamu lakukan. Cara ini dinilai cukup efektif karena kamu hanya perlu meletakan minyak bekas pada wadah dan membiarkannya di freezer hingga membeku. Setelah itu, kamu dapat membuangnya ke tempat pembuangan khusus.

Menggunakan oil solidfier

Oil solidfier ini merupakan bahan yang dapat digunakan untuk mengubah minyak goreng menjadi lebih padat. Cara ini juga akan sekaligus mematikan racun-racun yang ada di dalamnya. Kamu dapat membuangnya ke tempat khusus setelah itu.

Menggabungkan minyak dengan limbah lain

Selanjutnya, kamu dapat mencoba tips untuk menggabungkan minyak dengan limbah lain. Beberapa contoh limbah lain adalah serbuk gergaji, kotoran kucing, tisu, kertas pasir, dan lain sebagainya. Cara ini akan membantu minyak untuk terserap oleh limbah sehingga mudah dibuang.

Menyimpan minyak di wadah yang tak bisa didaur ulang

Selanjutnya kamu dapat memindahkan minyak ke wadah yang tak bisa didaur ulang. Salah satu wadah tersebut adalah botol plastik. Namun, kamu juga bisa menggunakan karton susu atau wadah berbahan kertas. Setelah itu buang di tempat sampah khusus.

Baiknya, sisa minyak bekas nggak kamu buang ke wastafel atau saluran pembuangan

Minyak umumnya akan berubah padat setelah dingin. Jika bercampur partikel sampah non air lainnya, lemaknya dapat menempel pada pipa dan menyebabkan penyumbatan. Sekali dua kali mungkin belum ada keluhan sumbatan, namun jika terlalu sering dilakukan ya jangan kaget kalau saluran pipa pembuanganmu mampet.

Hal ini nggak boleh kamu anggap sepele, karena selain mencemari lingkungan, membung minyak goreng bekas sembarangan juga bisa menyebabkan masalah di rumahmu. Terutama di saluran pembuangannya. Daripada nanti mengeluh ada sumbatan, mending hindari apa yang jadi penyebabnya.

Kategori
Cooking

Tips Maksimalkan Bawang Putih saat Masak

Tips Maksimalkan Bawang Putih saat Masak

Tips Maksimalkan Bawang Putih saat Masak, – Banyak masakan yang menggunakan bumbu bawang putih. Lebih-lebih pada masakan sederhana yang bisa dibuat dalam sekejap, seperti aneka tumisan.

Bawang putih merupakan bahan dasar yang digunakan pada saat memasak. Selain untuk menambah cita rasa, bawang putih juga memberikan aromanya tersendiri. Tentunya kamu pasti mau bila saat memasak menggunakan bawang putih, aromanya lebih maksimal. Oleh sebab itu, ada beberapa tips yang harus kamu ketahui.

Bahan dasar yang satu ini agaknya harus senantiasa tersedia di dapur, terutama untuk mengolah masakan Nusantara. Mulai dari sajian tumis hingga berkuah, kehadiran bawang putih sudah kadung dikenal ampuh untuk memaksimalkan kelezatan masakan.

Membeli bawang putih baru dan segar

Hal pertama yang akan menentukan hasil dari bawang putih adalah pemilihan kualitasnya. Pilih lah bawang putih yang masih segar dan baru agar hasilnya maksimal. Tentu dengan begitu, maka aromanya juga akan lebih menguat.

Sebaiknya gunakanlah bawang putih yang masih baru supaya aroma khasnya lebih terjaga

Makna ‘baru’ bukan berarti bawang putih yang dicabut belum lama ini, melainkan bawang putih yang baru saja diiris, digeprek, ataupun digerus. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan aroma tajam yang khas dari bawang putih tersebut pasca diolah, sehingga citarasa masakan pun dapat lebih maksimal.

Menghaluskan bawang putih dengan digerus

Cara untuk membantu mengeluarkan aroma sedap pada bawang putih adalah dengan menggerusnya. Cara ini dinilai mudah karena kamu hanya perlu menggerus atau memblendernya. Bawang putihmu jadi lebih harum pada masakan.

Alih-alih memakai blender, penggunaan cobek dan ulekan agaknya memang membuat bumbu menjadi lebih sedap, termasuk bawang putih. Penggerusan ini akan membuat getah pada bawang putih tersebut keluar lebih banyak. Alhasil, aromanya tentu lebih intens untuk masakan kelak.

Mengirisnya dengan pisau

Cara lainnya yang dapat kamu lakukan adalah mengirisnya dengan pisau hingga kecil-kecil. Cara ini dinilai cukup efektif meskipun kamu harus melakukannya secara manual. Tentu dengan begitu, maka akan membantu memberikan cita rasa dan aroma pada masakan.

Menggeprek bawang putih

Masih cukup repot untuk mengurus urusan bawang putih? Tenang, kamu dapat mencoba cara yang paling sederhana dan cepat, yaitu dengan menggeprek bawang putih. Cara ini dinilai sangat efektif dalam membuat aroma dan cita rasa pada bawang putih lebih maksimal.

Tumislah bawang putih saat belum panas

Untuk memaksimalkan aroma pada bawang putih, biasanya akan ditulis terlebih dahulu agar aromanya menguar. Kesalahan yang umum dilakukan adalah memasukan bawang putih pada wajan yang telah panas sehingga mudah matang, kering, dan tak maksimal aromanya. Oleh sebab itu, masukan bawang putih ke dalam wajan yang masih setengah panas agar maksimal aromanya saat menguat.

Kategori
Cooking

Tips Aman Menggoreng Cimol

Tips Aman Menggoreng Cimol

Tips Aman Menggoreng Cimol – Bandung memang dikenal sebagai surga jajanan. Sebagian besar camilan dan makanan yang berasal dari kota ini sunggulah lezat hingga sulit untuk dilupakan. Begitu pula dengan cimol Bandung. Cimol adalah makanan ringan yang dibuat dari tepung kanji. Cimol berasal dari kata (Bahasa Sunda aci digemol) yang artinya tepung kanji dibuat bulat-bulat.

Menggoreng adalah proses memasak yang paling banyak digunakan dalam mematangkan sebuah makanan. Tidak terkecuali dengan cimol dan olahan “aci” lainnya. Hanya saja, saat menggoreng cimol, cireng, dan camilan lainnya yang terbuat dari bahan dasar aci atau tepung tapioka, mereka sering kali meledak dan menciptakan cipratan minyak panas maha dahsyat.

Cukup untuk membuat kita panik, ketakukan, terkena serangan jantung ringan, dan tentu saja, luka bakar yang membuat kulit kita kemerahan dan perihnya gak seberapa tapi nyiksa banget. Jadi, gak heran kalau beberapa orang memakai alat pelindung berupa helm dan jas hujan saat menggoreng jajanan masa kecil yang melegenda ini.

Cimol yang terbuat dari aci atau kanji ini sebenarnya merupakan jajanan sederhana. Namun karena sensasi dimakannya yang seru, maka cimol punya penggemar tersendiri. Apalagi jika cimol dimakan dengan saus kacang, digoreng dengan telur, hingga ditaburi dengan bumbu bubuk.

Untuk memuaskan hasrat untuk makan cimol, kamu sebenarnya tak perlu jauh-jauh pergi ke Bandung. Sebab kamu pun bisa membuatnya sendiri di rumah. Jajanan buatan rumah ini tentu saja juga aman untuk dikonsumsi setiap hari karena kamu bisa menggunakan bahan pilihan.

Perkecil ukuran cimol dan olahan aci lainnya

Sebagai aksi pencegahan, kamu bisa memulainya dengan memperkecil ukuran cimol, cireng, pempek, otak-otak, dan olahan aci lainnya. Ukuran cimol yang lebih kecil mampu mempercepat proses penggorengan karena lebih cepat matang. Dan tentunya memperkecil risiko terkena cipratan minyak panas. Intinya, mencegah itu lebih baik daripada mengobati, bukan?

Gunakan api kecil

Nah, yang satu ini yang paling penting. Gunakan api kecil saat menggoreng olahan aci. Itu karena suhu minyak goreng yang terlalu panas dapat memicu adonan cimol dan olahan aci lainnya untuk meledak dan menciptakan cipratan minyak panas yang tidak di inginkan.

Jika dari dalam wajan mulai terlihat mengeluarkan asap saat menggoreng cimol, segera matikan kompor. Itu artinya suhu minyak terlalu panas. Tunggu beberapa saat sampai asap dari dalam wajan hilang dan suhu minyak sudah tidak terlalu panas.

Aduk-aduk agar matang secara merata

Coba deh perhatiin kang cimol pas lagi ngegoreng cimol. Betul sekali! Kang cimol akan terus mengaduk-aduk cimol yang sedang digoreng menggunakan spatula dan serokan. Hal itu untuk membuat cimol dapat matang secara merata dan mengembang dengan sempurna. Mengaduk-aduk cimol saat menggoreng juga ampuh untuk mencegah cimol meledak.